CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

08 April 2009

Mulut Pedas


kerap kali kau ucapakan
segala dusta dan cacian maki
cukup sudah..
sekian sudah segala untaian kata-kata kotormu
telingaku seakan hina mendengar segalanya
seperti pisau belati yang menusuk lubuk hati
terasa dalam
sakitnya bukan main
lebih baik kau robek saja mulut pedasmu itu
tak puaskah kamu menyakiti banyak orang
ntah setan apa yang merasuk otakmu
lidahmu sudah kotor dan tak pantas merasakan apapun
untuk apa semuanya itu?
merasa puaskah kamu?
biarkan sang Empu Nirwana
yang akan menghukummu
pergilah..
jangan lagi kau menetap
untuk menghancurkan hati yang masih merah


31 Maret 2009

Berhenti


jalanku berhenti tiba-tiba
seakan tembok besar menghadang
sulit sekali untuk menerobosnya
sekerap tenaga telah kulancarkan
tak berhasil...
haruskah aku berhenti disini?
haruskah kuhentikan langkahku sekarang?
tak ada lagi jalan
tak kuat tenaga ini untuk menghancurkannya
aku hanyalah debu
yang mudah tertiup hembusan angin
aku hanyalah daun gugur
yang jatuh tak berdaya

28 Maret 2009

Surga Sesaat



indah nian hari ini
aku lalui dengan senyuman hangat
tak ku biarkan pudar
agar tetap menyala api kebahagiaan
bagaimana dengan esok?
saat ini tak kupikirkan
biarkan waktu terus berputar
esok hari pasti mungkin tak menyenangkan
terang cahaya matahari bersinarlah saat ini
agar kurasakan teriknya
esok kan mendung datang
biarkan surga ini kurasakan sesaat

27 Maret 2009

Pelita Hidup



aku berharap...
cahaya itu tak lagi redup
agar benar jalanku
dituntun olehnya
sinaran indahnya
memberikanku kehangatan
menyelimuti kedinginanku
menerangi langkah-langkahku
tak seperti cahaya lilin
yang mudah redup
angin badai pun tak dapat mematikannya
iya terus menyala
layaknya bintang-bintang di langit
tidak akan pernah redup
iyalah sebuah inspirasi
yang akan terus ada
selama aku hidup

25 Maret 2009

Peri Kecil

Oh.. Apakah itu?
di tengah dedaunan hijau
kulihat sebuah sosok kecil
menari-nari dengan riang
dengan merdu ia menyanyika senandung bahagia
ohh.. sungguh menghibur hati
lincah nian gerak tubuhnya
seakan menghapus kekesalan di hati
cahaya keemasan terpancar dari wajahnya
dengan sayap kecil ia terbang
berlomba-lomba dengan rama-rama
oh.. sungguh cantiknya

23 Maret 2009

Perut Karet


aku terbaring 
dengan penuh kekosongan
seakan hampa
tak ada kurasakan apapun

sebuah lagu seakan bersenandung
mengisi ruang perutku yang kosong
seakan bebas
mengalun dengan indah

aku terbangun 
kulihat di depanku
baunya harum menggoda
semakin menggoda perut ini

membuatnya semakin bergejolak
tak dapat lagi ku tolerir
langsung saja kuhampiri
dan kuhabiskan beberapa detik

namun tetap saja...
ruang ini masih terasa kosong

kucoba untuk pergi
ke sebuah tempat
yang saat kubuka penuh kesejukan
kucoba untuk mencari

sesuatu yang lezat
yang dapat mengisi ruangan ini
kuambil saja sepotong daging ayam besar
langsung saja habis seketika

ahh.. lagi-lagi masih terasa kosong
masih adakah yang dapat mengisinya?
dan membuatnya berhenti bergejolak?


Good Bye



inilah waktuku
berbelok ke arah sana
melihat pemandangan
untuk saat yang baru

inilah waktuku
menggenggam ribuan bintang
untuk kulepaskan
pada langit-langit hitam

inilah waktuku
untuk menitikan air mata 
mengumpulkan untaian ingatan
sewaktu dahulu

inilah waktuku 
untuk berdiri tegak
memperkokoh sikap
memperkuat fondasi

inilah waktuku
menjalani dimensi baru
tanpa harus menengok
hujan badai di belakang sana

inilah waktuku
untuk siap membuka mulutku
serta mengucapkan kata
selamat tinggal